BERITA

HARDIKNAS DALAM REFLEKSI HARI INI: COVID-19

HARDIKNAS DALAM REFLEKSI HARI INI: COVID-19

Siapa yang tidak mengena Ki Hajar Dewantara? Tokoh pendidikan yang visioner. Profil Ki Hajar Dewantara mengalir inspirasi. Ia mendirikan Taman Siswa. Sebagai bentuk keprihatinan terhadap Imperialisme dan kolonialisme di Indonesia. Melalui taman siswa Ia membangun kesadaran bahawa generasi bangsa Indonesia ialah generasi yang cerdas dan memiliki jiwa nasionalisme. Ia melukiskan secara lain disposisi seorang guru. Guru adalah among. Artinya guru memiliki jiwa kepemimpinan yang  memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir kritis-analitis serta mampu teladan dalam perkataan dan perbuatan. Dimatanaya, guru ialah sosok yang “di GUGU dan di TIRU”.  Hal ini tampak pula dalam slogan -ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso dan tut wuri handayani-.

 

HARDIKNAS, Dalam Refleksi Hari Ini: Covid-19.

Pandemi covid 19, memungkinkan satu kondisi yaitu belajar di-dari rumah. Guru tetap menjalankan tangungjawabnyaa sebagai pendidik, motivator-fasilator. Guru menggunakan aneka metode belajar. Revolusi Industri 4.0 memudahkan guru untuk mengajar, berbagi inspirasi melalui daring. Proses ini tentu tidak muda karena tidak di setiap tempat bisa akses internet. Di sisi lain, dampak wabah covid-19 mewujudnyatakan secara rill kolaborasi guru dan orangtua sebagai pendidik serta siswa untuk berkreativitas dan beraktivitas dari rumah. Mari melanjutkan perjuangan Ki Hajar Dewantara. Belajar memang tidak mudah tapi kita diminta untuk lebih berinovasi (dikutip pidato kemendikbud). Selamat HARDIKNAS 2020, stay Healty and stay at home, learning from home, serta patuhi protokol pemerintah untuk selalu menjaga jarak, berprilaku sehat. Salam sehat selalu.

@PenaGuruKaryaBudi: Elibertha Maria Vianney

 


HARDIKNAS DALAM REFLEKSI HARI INI: COVID-19

HARDIKNAS DALAM REFLEKSI HARI INI: COVID-19

Siapa yang tidak mengena Ki Hajar Dewantara? Tokoh pendidikan yang visioner. Profil Ki Hajar Dewantara mengalir inspirasi. Ia mendirikan Taman Siswa. Sebagai bentuk keprihatinan terhadap Imperialisme dan kolonialisme di Indonesia. Melalui taman siswa Ia membangun kesadaran bahawa generasi bangsa Indonesia ialah generasi yang cerdas dan memiliki jiwa nasionalisme. Ia melukiskan secara lain disposisi seorang guru. Guru adalah among. Artinya guru memiliki jiwa kepemimpinan yang  memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir kritis-analitis serta mampu teladan dalam perkataan dan perbuatan. Dimatanaya, guru ialah sosok yang “di GUGU dan di TIRU”.  Hal ini tampak pula dalam slogan -ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso dan tut wuri handayani-.

 

HARDIKNAS, Dalam Refleksi Hari Ini: Covid-19.

Pandemi covid 19, memungkinkan satu kondisi yaitu belajar di-dari rumah. Guru tetap menjalankan tangungjawabnyaa sebagai pendidik, motivator-fasilator. Guru menggunakan aneka metode belajar. Revolusi Industri 4.0 memudahkan guru untuk mengajar, berbagi inspirasi melalui daring. Proses ini tentu tidak muda karena tidak di setiap tempat bisa akses internet. Di sisi lain, dampak wabah covid-19 mewujudnyatakan secara rill kolaborasi guru dan orangtua sebagai pendidik serta siswa untuk berkreativitas dan beraktivitas dari rumah. Mari melanjutkan perjuangan Ki Hajar Dewantara. Belajar memang tidak mudah tapi kita diminta untuk lebih berinovasi (dikutip pidato kemendikbud). Selamat HARDIKNAS 2020, stay Healty and stay at home, learning from home, serta patuhi protokol pemerintah untuk selalu menjaga jarak, berprilaku sehat. Salam sehat selalu.

@PenaGuruKaryaBudi: Elibertha Maria Vianney

 


Tokoh