Pendidikan erat kaitannya dengan sistem yang digunakan berbagai Negara yang ada di dunia untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam berpikir, bertindak dan berperilaku. Oleh karenanya melalui pendidikan diharapkan sumber daya manusia manusia menjadi lebih mempunyai nilai (value) dalam melakukan berbagai hal terutama dalam bekerja. Tidak sedikit pula ada begitu banyak manusia di dunia menggantungkan mimpi, cita-cita dan hidupnya melalui dunia pendidikan. Pendidikan di yakini mampu mengubah hidup seseorang.
Pendidikan dipandang sebagai wujud dari investasi sumber daya manusia (Human invesment) dalam rangka meningkatkan kualitas manusia. Apalagi diera digitalisasi saat ini dunia industri memerlukan manusia yang berkualitas untuk memajukan industri. Di sisi lain membangun ekonomi yang kuat bagi suatu bangsa juga diperlukan manusia yang berkualitas, cerdas, terampil dan bisa menyelesaikan persoalan-persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Manusia yang berkualitas, cerdas, terampil dan bisa menyelesaikan masalah bisa diperoleh melalui dunia pendidikan. Di Indonesia investasi sumber daya manusia didunia pendidikan juga terus berkembang. Fakta dan data dilapangan sepuluh tahun terakhir menunjukkan ada peningkatan jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah mahasiswa di Indonesia sebanyak 8.956.184 orang pada 2021. Jumlah itu naik 4,1% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebanyak 8.603.441 orang. Pangkalan Data Pendidikan tinggi (PDDikti) juga mencatat ada sebanyak 9.572.848 jumlah mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi Tahun 2022. Hal ini berarti ada jutaan generasi muda Indonesia menggantungkan harapan masa depannya di dunia pendidikan. Berdasarkan data tersebut kita dapat menyimpulkan Jika dikaitkan dengan dunia ekonomi pendidikan bisa dikategorikan sebagai investasi sumber daya manusia (human invesment). Jika dilihat dari sudut pandang ekonomi mereka yang memutuskan untuk melanjutkan atau menggantungkan masa depannya di dunia pendidikan pasti sudah memperhitungkan untung rugi menempuh dunia pendidikan. Orang yang memperhitungkan untung rugi tidak akan menanamkan modalnya begitu saja tanpa memperhitungkan adanya keuntungan. Begitupula investasi sumber daya manusia didunia pendidikan pasti menghitung untung rugi.
Investasi dalam
dunia ekonomi yang memerlukan waktu, demikian juga investasi sumber daya
manusia memerlukan waktu yang cukup lama untuk melihat hasil yang diperoleh.
Selain itu juga diperhitungkan rate of return (manfaatnya) dari investasi
sumber daya manusia.
Pendidikan erat kaitannya dengan sistem yang digunakan berbagai Negara yang ada di dunia untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam berpikir, bertindak dan berperilaku. Oleh karenanya melalui pendidikan diharapkan sumber daya manusia manusia menjadi lebih mempunyai nilai (value) dalam melakukan berbagai hal terutama dalam bekerja. Tidak sedikit pula ada begitu banyak manusia di dunia menggantungkan mimpi, cita-cita dan hidupnya melalui dunia pendidikan. Pendidikan di yakini mampu mengubah hidup seseorang.
Pendidikan dipandang sebagai wujud dari investasi sumber daya manusia (Human invesment) dalam rangka meningkatkan kualitas manusia. Apalagi diera digitalisasi saat ini dunia industri memerlukan manusia yang berkualitas untuk memajukan industri. Di sisi lain membangun ekonomi yang kuat bagi suatu bangsa juga diperlukan manusia yang berkualitas, cerdas, terampil dan bisa menyelesaikan persoalan-persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Manusia yang berkualitas, cerdas, terampil dan bisa menyelesaikan masalah bisa diperoleh melalui dunia pendidikan. Di Indonesia investasi sumber daya manusia didunia pendidikan juga terus berkembang. Fakta dan data dilapangan sepuluh tahun terakhir menunjukkan ada peningkatan jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah mahasiswa di Indonesia sebanyak 8.956.184 orang pada 2021. Jumlah itu naik 4,1% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebanyak 8.603.441 orang. Pangkalan Data Pendidikan tinggi (PDDikti) juga mencatat ada sebanyak 9.572.848 jumlah mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi Tahun 2022. Hal ini berarti ada jutaan generasi muda Indonesia menggantungkan harapan masa depannya di dunia pendidikan. Berdasarkan data tersebut kita dapat menyimpulkan Jika dikaitkan dengan dunia ekonomi pendidikan bisa dikategorikan sebagai investasi sumber daya manusia (human invesment). Jika dilihat dari sudut pandang ekonomi mereka yang memutuskan untuk melanjutkan atau menggantungkan masa depannya di dunia pendidikan pasti sudah memperhitungkan untung rugi menempuh dunia pendidikan. Orang yang memperhitungkan untung rugi tidak akan menanamkan modalnya begitu saja tanpa memperhitungkan adanya keuntungan. Begitupula investasi sumber daya manusia didunia pendidikan pasti menghitung untung rugi.
Investasi dalam
dunia ekonomi yang memerlukan waktu, demikian juga investasi sumber daya
manusia memerlukan waktu yang cukup lama untuk melihat hasil yang diperoleh.
Selain itu juga diperhitungkan rate of return (manfaatnya) dari investasi
sumber daya manusia.