BERITA

Hulu Festival Indonesia

    Mr. Paskalis / Uju, demikian panggilan keakrabannya mengambil bagian dalam pentas music bersama Saudara Evan Christi dan personil " Space art " Karya Budi Putussibau pada  HiFest- Hulu Festival Indonesia.  Kemasan musik yang depentaskan menarasikan relasi alam dan manusia, yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Dari irama musik yang ditampilkan, mereka ingin menceritakan bahwa alam itu harmoni adanya. Kekayaan harmoni itu adalah kekuatan bagi manusia untuk menghidupi eksistensinya sebagai manusia. Tatkala "suara" alam itu dimaknai harmoni, maka manusia sebagai "tuan" berlaku, bertindak harmonis (baca: melestarikan). Pesan ini secara eksplisit diuangkapkan melalui beberapa potongan karya prosa yang mereka tampilkan. 


    Pernah kah terbesit dalam benakmu tentang pagi,siang dan malam? Pernakah kamu merasa semilir angin, kesejukan embun, kehangatan dan rona merah senja? Adakah kamu mendengar irama dari gerak pepohonan, lambaian dedaunan, deru air, siulan burung? Itu Raga Mereka...... Tetapi tahukah kamu di mana mereka melalui alur itu? tahukan kamu dimana mereka hinggap? Tahukah kamu dimana mereka singgah dan berteduh?  Tahukah kamu di mana rumah mereka? Rumah mereka adalah alam, Karya eksotis Sang Pencipta dan manusia adalah penjaganya. Wahai manusia. Dari hulu ke hilir, Jaga dan Lestarikan Alam.  Mamiara Banua Indonesia

Terima kasih HIFest. Terima Kasih Space art. Salam Harmoni. 

Hulu Festival Indonesia

    Mr. Paskalis / Uju, demikian panggilan keakrabannya mengambil bagian dalam pentas music bersama Saudara Evan Christi dan personil " Space art " Karya Budi Putussibau pada  HiFest- Hulu Festival Indonesia.  Kemasan musik yang depentaskan menarasikan relasi alam dan manusia, yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Dari irama musik yang ditampilkan, mereka ingin menceritakan bahwa alam itu harmoni adanya. Kekayaan harmoni itu adalah kekuatan bagi manusia untuk menghidupi eksistensinya sebagai manusia. Tatkala "suara" alam itu dimaknai harmoni, maka manusia sebagai "tuan" berlaku, bertindak harmonis (baca: melestarikan). Pesan ini secara eksplisit diuangkapkan melalui beberapa potongan karya prosa yang mereka tampilkan. 


    Pernah kah terbesit dalam benakmu tentang pagi,siang dan malam? Pernakah kamu merasa semilir angin, kesejukan embun, kehangatan dan rona merah senja? Adakah kamu mendengar irama dari gerak pepohonan, lambaian dedaunan, deru air, siulan burung? Itu Raga Mereka...... Tetapi tahukah kamu di mana mereka melalui alur itu? tahukan kamu dimana mereka hinggap? Tahukah kamu dimana mereka singgah dan berteduh?  Tahukah kamu di mana rumah mereka? Rumah mereka adalah alam, Karya eksotis Sang Pencipta dan manusia adalah penjaganya. Wahai manusia. Dari hulu ke hilir, Jaga dan Lestarikan Alam.  Mamiara Banua Indonesia

Terima kasih HIFest. Terima Kasih Space art. Salam Harmoni.