Hari Senin, tgl 25 Juli 2022, pukul 07.00-07.30,
Yayasan Pendidikan Sekolah Bruder, Cabang Putussibau, PAUD TERPADU, SD,SMP,SMA melaksanakan
upacara apel Bendera. YPSB Cabang Putussibau kembali melaksanakan upacara
bendera bersama setelah wabah Covid-19. Sesuai jadwal, petugas upacara adalah peserta didik dari unit SMP dan
SMA yang telah terpilih menjadi petugas upacara. Dalam arahannya, Br. Ferdi,
MTB ( Kepala SMA Karya Budi Putussibau) selaku pembina upacara, menekankan
pentingnya disiplin. Budaya disiplin menjadi habitus sekolah. Sekolah adalah
rumah kedua. Sekolah menjadi tempat untuk menumbuhkan semangat pengharapan
cinta dan kasih. Cinta dan kasih membangkitkan solidaritas, saling menolong dan
itu akan terjadi tatkala terjadi perjumpaan antara satu sama lain. Ketika semangat
kasih tubuh makan akan tergerak sikap untuk disiplin. Budaya disiplin bukan sekedar untuk memenuhi aturan, kewajiban, namun
menjadi kesadaran fundamental bagi masing-masing pribadi sehingga menghasilkan buah
kebaikan. Kedisiplinan akan menjadi cermin diri dan itu akan terwujud jika teladan
hidup. Bagi seorang guru, kedisiplinan menjadi teladan jika setia dalam
mendidik. Bagi siswa, buah dari kedisiplinan itu diwujudnyatakan dalam proses
mengerjakan tugas tepat waktu dan aneka tugas dan tanggung jawab lainnya. Setiap
pendidik, berkomitmen membangun budaya disiplin dalam kultur sekolah, kelas. Kedisiplinan dimulai dari diri sendiri kemudian menjadi contoh, teladan.
Contoh lebih baik dari pada perinntah, “examples are better than orders”. Teladan atau contoh itu akan menyentuh hati
peserta didik sebab proses pendidikan yang baik ialah yang tergerak dari hati,
mengenal peserta didik dari hati. Selamat
menempuh awal tahun baru 2002-2023. Tubuh dan jiwa sehat menjamin pendidikan
yang baik. Karya Budi Hebat.
Hari Senin, tgl 25 Juli 2022, pukul 07.00-07.30,
Yayasan Pendidikan Sekolah Bruder, Cabang Putussibau, PAUD TERPADU, SD,SMP,SMA melaksanakan
upacara apel Bendera. YPSB Cabang Putussibau kembali melaksanakan upacara
bendera bersama setelah wabah Covid-19. Sesuai jadwal, petugas upacara adalah peserta didik dari unit SMP dan
SMA yang telah terpilih menjadi petugas upacara. Dalam arahannya, Br. Ferdi,
MTB ( Kepala SMA Karya Budi Putussibau) selaku pembina upacara, menekankan
pentingnya disiplin. Budaya disiplin menjadi habitus sekolah. Sekolah adalah
rumah kedua. Sekolah menjadi tempat untuk menumbuhkan semangat pengharapan
cinta dan kasih. Cinta dan kasih membangkitkan solidaritas, saling menolong dan
itu akan terjadi tatkala terjadi perjumpaan antara satu sama lain. Ketika semangat
kasih tubuh makan akan tergerak sikap untuk disiplin. Budaya disiplin bukan sekedar untuk memenuhi aturan, kewajiban, namun
menjadi kesadaran fundamental bagi masing-masing pribadi sehingga menghasilkan buah
kebaikan. Kedisiplinan akan menjadi cermin diri dan itu akan terwujud jika teladan
hidup. Bagi seorang guru, kedisiplinan menjadi teladan jika setia dalam
mendidik. Bagi siswa, buah dari kedisiplinan itu diwujudnyatakan dalam proses
mengerjakan tugas tepat waktu dan aneka tugas dan tanggung jawab lainnya. Setiap
pendidik, berkomitmen membangun budaya disiplin dalam kultur sekolah, kelas. Kedisiplinan dimulai dari diri sendiri kemudian menjadi contoh, teladan.
Contoh lebih baik dari pada perinntah, “examples are better than orders”. Teladan atau contoh itu akan menyentuh hati
peserta didik sebab proses pendidikan yang baik ialah yang tergerak dari hati,
mengenal peserta didik dari hati. Selamat
menempuh awal tahun baru 2002-2023. Tubuh dan jiwa sehat menjamin pendidikan
yang baik. Karya Budi Hebat.