BERITA

SMA KARYA BUDI-PUTUSSIBAU; Menuju PAS On Line

SMA Karya Budi Putussibau- Menuju PAS on line.

Di tengah pendemi Covid-19, model pembelajaran daring dan Penilaian Akhir Semester on line menjadi bagian dari geliat sekolah kekinian. SMA Karya Budi Putussibau menjadi  bagian dari fenomena ini. Tekhnologi membantu menghubungkan guru-peserta didik, guru-orangtua murid-dan masyarakat luas. Teknologi smartphone memudahkan siswa untuk mengetahui informasi, pengumuman, kebijakan dari sekolah, tugas, nilai dan administrasi. Di samping itu peserta didik bisa mengakseks materi pembelajaran, diskusi- kerja kelompok via whatapps yang dilengkapi dengan aplikasi messangger, menggunakan mesin penelusuran google untuk browsing data dan mencari materi atau referensi dari buku elektronik.

Namun modus belajar jarak jauh ini (distance learning) memerluhkan kreativitas yang kemudian membuka sebuah konteks baru yaitu pembelajaran yang terbuka. Lebih jauh lagi, proses e-learning ini mengedepankan cara berpikir inovatif sebab dinamika pembelajaran yang berbasiskan internet ini menggeser sistem dari kelas fisik ke kelas virtual/ kelas telecoverence. Rosenberg melukiskan pergeseran proses pembelajaran  masa kini ditandai dengan: dari pelatihan ke penampilan, dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, dari kertas ke "on line" atau saluran,  dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, dari waktu siklus ke waktu nyata. (adapt: https://www.kompasiana.com/tuti)

 

Bagaimana dengan SMA Karya Budi Putussibau?

Apakah konteks hari ini, saat ini relevan? Apakah latarbelakang peserta didik yang heterogen, kota-desa, potensi akses internet (baca: bisa akses, lelet, blank spot area menjamin proses PAS on line? Dilematis... Namun para siswa/i SMA Karya Budi berjuang untuk berada di area akses internet. Hal ini ditunjukkan dari hasil simulasi kesiapan ulangan secara on line  yang dilakukan secara berkala. Tentu proses pembelajaran daring dan PAS on line akan selalu dievaluasi, dikaji, dikritisi untuk menemukan format yang relevan dengan konteks kita. Selamat berjuang... 

 

 

SMA KARYA BUDI-PUTUSSIBAU; Menuju PAS On Line

SMA Karya Budi Putussibau- Menuju PAS on line.

Di tengah pendemi Covid-19, model pembelajaran daring dan Penilaian Akhir Semester on line menjadi bagian dari geliat sekolah kekinian. SMA Karya Budi Putussibau menjadi  bagian dari fenomena ini. Tekhnologi membantu menghubungkan guru-peserta didik, guru-orangtua murid-dan masyarakat luas. Teknologi smartphone memudahkan siswa untuk mengetahui informasi, pengumuman, kebijakan dari sekolah, tugas, nilai dan administrasi. Di samping itu peserta didik bisa mengakseks materi pembelajaran, diskusi- kerja kelompok via whatapps yang dilengkapi dengan aplikasi messangger, menggunakan mesin penelusuran google untuk browsing data dan mencari materi atau referensi dari buku elektronik.

Namun modus belajar jarak jauh ini (distance learning) memerluhkan kreativitas yang kemudian membuka sebuah konteks baru yaitu pembelajaran yang terbuka. Lebih jauh lagi, proses e-learning ini mengedepankan cara berpikir inovatif sebab dinamika pembelajaran yang berbasiskan internet ini menggeser sistem dari kelas fisik ke kelas virtual/ kelas telecoverence. Rosenberg melukiskan pergeseran proses pembelajaran  masa kini ditandai dengan: dari pelatihan ke penampilan, dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, dari kertas ke "on line" atau saluran,  dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, dari waktu siklus ke waktu nyata. (adapt: https://www.kompasiana.com/tuti)

 

Bagaimana dengan SMA Karya Budi Putussibau?

Apakah konteks hari ini, saat ini relevan? Apakah latarbelakang peserta didik yang heterogen, kota-desa, potensi akses internet (baca: bisa akses, lelet, blank spot area menjamin proses PAS on line? Dilematis... Namun para siswa/i SMA Karya Budi berjuang untuk berada di area akses internet. Hal ini ditunjukkan dari hasil simulasi kesiapan ulangan secara on line  yang dilakukan secara berkala. Tentu proses pembelajaran daring dan PAS on line akan selalu dievaluasi, dikaji, dikritisi untuk menemukan format yang relevan dengan konteks kita. Selamat berjuang... 

 

 

Tokoh