BERITA

Memiliki Motivasi Untuk Masa Depan

Semua orang memiliki impian untuk meraih masa depan yang menjanjikan, tetapi sebagian orang sulit meraih masa depan yang lebih baik. Ada berbagai alasan yang mendesak "menghanjar" masa depannya, antara lain: karena keadaan ekonomi yang "menipis"/ karena menanggung biaya lain dalam keluarga, karena keterbatasan fisik, kemampuan dan lain sebagainya. Maka, pentingnya kesadaran dari dalam diri seorang anak (inner beauty) untuk selalu digerakkan seraya belajar hal-hal yang positif dari luar diri sendiri.

Tak Mengada-Adakan Alasan
Beberapa teman menceritakan kepada saya, "Pendidikan yang diawali dengan susah dan derita, biasanya membuahkan hasil yang baik." Apakah ini menjadi suatu kenyataan! Saya berharap demikian. Karenanya pendidikan bukan soal memperbaiki nasib masa depan, tetapi kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan yang melonjak dan signifikan, antara lain kemanjuan teknologi dan iptek, kemajuan pendidikan, meningkatkan keterampilan, dsbnya.

Ada berbagai macam cara untuk menempuh pendidikan yang baik. Niat baik untuk sekolah, menjadi pertimbangan baik dari orang tua. Ketika anaknya memiliki niat baik untuk sekolah, segala keterbatasan bisa diatasi demi cita-cita seorang anak. Semua keterbatasan yang dialami dalam keluarga bisa teratasi. Karena motivasi seorang anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Seorang anak yang tulus meraih pendidikan, akan berjuang keras, apapun tantangan pendidikan yang dihadapinya, ia akan berjuang menempuhnya sekuat tenaga. Ia tidak mengada-adakan alasan untuk tidak sekolah/putus sekolah. Perjuangan meraih pendidikan perlu lahir dari niat hati. Ketika niat mulai dari hati, gambaran untuk masa depan akan dicapai dengan baik. Pastilah niat itu akan berhasil, apa hasilnya? Sesuai dengan motivasi awal yang diusahakan dan diperjuangkan.

Mengapa Ada Motivasi
Niat yang baik dilandasi dengan motivasi. Motivasi menggerakkan seluruh potensi yang ada diri seseorang. Motivasi mengalahkan semua keterbatasan dalam diri seseorang. Dari motivasi inilah secara inisiatif, kreatif, inovasi dalam memecahkan persoalan yang dihadapi selama mengenyam pendidikan. Tak mau kalah dengan situasi yang membuatkan "mencekam", "derita", "susah". Motivasi menandakannya terus maju, patang mundur. Perlu diingat memiliki motivasi kuat tidak berarti mengandalkan diri sendiri, ia selalu bersadar kepada Sang Pencipta, mengadalkan Tuhan dalam hidupnya. Sebab motivasi yang di-barengi dengan doa menggerakkan kepekaan batin, memiliki sikap tahan banting, tidak mudah terperosok dengan pelbagai godaan, dsbnya. 

Teruslah berjuang dan milikilah motivasi untuk meraih masa depan. Jangan menunggu didorong, dimotivasi, tetapi lakukanlah agar masa depan semakin menunjukkan jalan yang lebih menjanjikan. Sebab yang menentukan masa depanmu bukan orang lain, sekalipun orang tua, tetapi yang menentukan masa depanmu adalah DIRI SENDIRI. Berjuanglah untuk meraihnya dengan sekuat tenaga.

Memiliki Motivasi Untuk Masa Depan

Semua orang memiliki impian untuk meraih masa depan yang menjanjikan, tetapi sebagian orang sulit meraih masa depan yang lebih baik. Ada berbagai alasan yang mendesak "menghanjar" masa depannya, antara lain: karena keadaan ekonomi yang "menipis"/ karena menanggung biaya lain dalam keluarga, karena keterbatasan fisik, kemampuan dan lain sebagainya. Maka, pentingnya kesadaran dari dalam diri seorang anak (inner beauty) untuk selalu digerakkan seraya belajar hal-hal yang positif dari luar diri sendiri.

Tak Mengada-Adakan Alasan
Beberapa teman menceritakan kepada saya, "Pendidikan yang diawali dengan susah dan derita, biasanya membuahkan hasil yang baik." Apakah ini menjadi suatu kenyataan! Saya berharap demikian. Karenanya pendidikan bukan soal memperbaiki nasib masa depan, tetapi kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan yang melonjak dan signifikan, antara lain kemanjuan teknologi dan iptek, kemajuan pendidikan, meningkatkan keterampilan, dsbnya.

Ada berbagai macam cara untuk menempuh pendidikan yang baik. Niat baik untuk sekolah, menjadi pertimbangan baik dari orang tua. Ketika anaknya memiliki niat baik untuk sekolah, segala keterbatasan bisa diatasi demi cita-cita seorang anak. Semua keterbatasan yang dialami dalam keluarga bisa teratasi. Karena motivasi seorang anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Seorang anak yang tulus meraih pendidikan, akan berjuang keras, apapun tantangan pendidikan yang dihadapinya, ia akan berjuang menempuhnya sekuat tenaga. Ia tidak mengada-adakan alasan untuk tidak sekolah/putus sekolah. Perjuangan meraih pendidikan perlu lahir dari niat hati. Ketika niat mulai dari hati, gambaran untuk masa depan akan dicapai dengan baik. Pastilah niat itu akan berhasil, apa hasilnya? Sesuai dengan motivasi awal yang diusahakan dan diperjuangkan.

Mengapa Ada Motivasi
Niat yang baik dilandasi dengan motivasi. Motivasi menggerakkan seluruh potensi yang ada diri seseorang. Motivasi mengalahkan semua keterbatasan dalam diri seseorang. Dari motivasi inilah secara inisiatif, kreatif, inovasi dalam memecahkan persoalan yang dihadapi selama mengenyam pendidikan. Tak mau kalah dengan situasi yang membuatkan "mencekam", "derita", "susah". Motivasi menandakannya terus maju, patang mundur. Perlu diingat memiliki motivasi kuat tidak berarti mengandalkan diri sendiri, ia selalu bersadar kepada Sang Pencipta, mengadalkan Tuhan dalam hidupnya. Sebab motivasi yang di-barengi dengan doa menggerakkan kepekaan batin, memiliki sikap tahan banting, tidak mudah terperosok dengan pelbagai godaan, dsbnya. 

Teruslah berjuang dan milikilah motivasi untuk meraih masa depan. Jangan menunggu didorong, dimotivasi, tetapi lakukanlah agar masa depan semakin menunjukkan jalan yang lebih menjanjikan. Sebab yang menentukan masa depanmu bukan orang lain, sekalipun orang tua, tetapi yang menentukan masa depanmu adalah DIRI SENDIRI. Berjuanglah untuk meraihnya dengan sekuat tenaga.